Jangan Kau bicara perbedaan di depanku. Jangan pula Kau bicara mayoritas dan minoritas di mukaku. Apalagi sampai bicara keadilan di depan hidungku. Karena Aku sudah pasti tidak akan mendengar. Karena Aku sudah pasti tidak bergeming. Karena Apa?
Karena Akulah perbedaan itu. Karena Akulah mayoritas itu. Dan Aku pula minoritas. Kau apa?
Aku berbeda di keramaian. Aku mayoritas. Aku pun minoritas di sebuah minoritas. Aku tahu keadilan. Chin Chin temanku, tahu keadilan. Kalau Hasudungan temanku, sangat tahu ketidakadilan. Aku juga tahu. Kau belum tentu. Kenapa?
Kau belum tahu sakitnya dinyanyikan ‘Cina Loleng’. Chin Chin tahu. Kau belum tahu sedihnya dikatakan ‘Batak Dalle’. Aku tahu. Kau belum tahu susahnya mendirikan rumah ibadah. Hasudungan tahu. Kamu tahu apa?
Nyanyian ‘Cina Loleng’ saja Kamu tidak tahu. Arti ‘Batak Dalle’ saja Kamu baru dengar. Ke ‘rumah ibadah’ saja Kamu jarang. Bagaimana Kamu tahu perbedaan? Bagaimana Kamu mengerti mayoritas dan minoritas? Bagaimana kamu tahu keadilan?
Akulah mayoritas. Aku pula minoritas di tengah minoritas.